Kesabaran adalah praktik bertapa yang paling tinggi.
"Nibbana adalah yang tertinggi,"
begitulah sabda Para Buddha.
Dia yang masih menyakiti orang lain sesungguhnya bukanlah seorang petapa (samana).
~ Dhammapada, Buddha Vagga: 184
Tampilkan postingan dengan label Dhammapada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dhammapada. Tampilkan semua postingan
Selasa, 15 Februari 2011
Kamis, 06 Mei 2010
Appamada Vagga (Kesadaran): 21
Kesadaran adalah jalan menuju keabadian;
kelengahan adalah jalan menuju kematian.
Orang yang sadar tidak akan mati;
orang yang lengah tak ubahnya seperti orang mati.
Dhammapada, Appamada Vagga: 21
kelengahan adalah jalan menuju kematian.
Orang yang sadar tidak akan mati;
orang yang lengah tak ubahnya seperti orang mati.
Dhammapada, Appamada Vagga: 21
Jumat, 18 Desember 2009
Yamaka Vagga (Syair Kembar): 18
Di sini ia senang, di alam berikutnya ia senang.
Pelaku kebajikan senang di kedua alam itu.
Ia senang ketika berpikir, aku telah berbuat bajik,
dan akan lebih senang lagi terlahir di surga.
Dhammapada, Yamaka Vagga: 18.
Pelaku kebajikan senang di kedua alam itu.
Ia senang ketika berpikir, aku telah berbuat bajik,
dan akan lebih senang lagi terlahir di surga.
Dhammapada, Yamaka Vagga: 18.
Minggu, 13 Desember 2009
Appamada Vagga (Kesadaran) : 23
Orang yang bijaksana tekun bermeditasi,
selalu berusaha keras, akan mencapai Nibbana,
kebebasan mutlak, kebahagiaan yang tiada tara.
Dhammapada, Appamada Vagga: 23.
selalu berusaha keras, akan mencapai Nibbana,
kebebasan mutlak, kebahagiaan yang tiada tara.
Dhammapada, Appamada Vagga: 23.
Kodha Vagga (Kemarahan) : 228
Di masa lalu, di masa yang akan datang ataupun sekarang ini,
tidak dapat ditemukan seseorang yang selalu dicela atau selalu dipuji sepenuhnya.
Dhammapada, Kodha Vagga: 228.
tidak dapat ditemukan seseorang yang selalu dicela atau selalu dipuji sepenuhnya.
Dhammapada, Kodha Vagga: 228.
Sabtu, 05 Desember 2009
Jara Vagga (Usia Tua): 148
Kala tubuh ini menua, akan menjadi sarang penyakit dan lemah.
Tubuh ini akan membusuk, dan akan hancur berkeping-keping.
Kenyataannya, kehidupan ini berakhir pada kematian.
Dhammapada, Jara Vagga: 148
Tubuh ini akan membusuk, dan akan hancur berkeping-keping.
Kenyataannya, kehidupan ini berakhir pada kematian.
Dhammapada, Jara Vagga: 148
Jumat, 27 November 2009
Bhikkhu Vagga: 372
Tidak ada Jhàna tanpa kebijaksanaan.
Tidak ada kebijaksanaan tanpa Jhàna.
Orang yang memiliki Jhàna dan Kebijaksanaan,
Ia berada dalam hampiran Nibbàna.
Dhammapada, Bhikkhu Vagga: 372.
(JHANA = kondisi meditasi tercerap dimana pikiran telah terpisah dari panca indera)
Tidak ada kebijaksanaan tanpa Jhàna.
Orang yang memiliki Jhàna dan Kebijaksanaan,
Ia berada dalam hampiran Nibbàna.
Dhammapada, Bhikkhu Vagga: 372.
(JHANA = kondisi meditasi tercerap dimana pikiran telah terpisah dari panca indera)
Kamis, 08 Oktober 2009
Sahassa Vagga: 109
Seseorang yang selalu menghormati dan menghargai:
Mereka yang batinnya telah mencapai Kesempurnaan,
Mereka yang lebih Tua darinya, dan
Mereka yang patut dihormati, maka:
- Ia akan berumur panjang,
- Kulitnya akan menjadi cemerlang,
- Tubuhnya akan menjadi semakin sehat dan kuat,
- Hidupnya akan semakin bahagia.
Dhammapada, Sahassa Vagga: 109.
Mereka yang batinnya telah mencapai Kesempurnaan,
Mereka yang lebih Tua darinya, dan
Mereka yang patut dihormati, maka:
- Ia akan berumur panjang,
- Kulitnya akan menjadi cemerlang,
- Tubuhnya akan menjadi semakin sehat dan kuat,
- Hidupnya akan semakin bahagia.
Dhammapada, Sahassa Vagga: 109.
Jumat, 11 September 2009
Piya Vagga 213
Dari cinta timbul kesedihan,
Dari cinta timbul ketakutan,
Bagi orang yang telah bebas dari rasa cinta,
Tiada lagi kesedihan maupun ketakutan.
~Dhammapada, Piya Vagga: 213~
Dari cinta timbul ketakutan,
Bagi orang yang telah bebas dari rasa cinta,
Tiada lagi kesedihan maupun ketakutan.
~Dhammapada, Piya Vagga: 213~
Langganan:
Postingan (Atom)