Do not pursue the past.
Do not lose yourself in the future.
The past no longer is.
The future has not yet come.
Looking deeply at life as it is.
In the very here and now, the practitioner dwells in stability and freedom.
We must be diligent today.
To wait until tomorrow is too late.
Death comes unexpectedly.
How can we bargain with it?
The sage calls a person who knows how to dwell in the mindfulness night and day,
'one who knows the better way to live alone.'
~ Bhaddekaratta Sutta
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 25 Mei 2012
Jumat, 25 Maret 2011
Bebas Dari Kesalahan
Oleh: Bhante Saddhaviro Mahathera
Buku "Cerita Tekad Orang Nekad"
"Melihat kesalahan orang lain itu tidak salah;
Tetapi menyalahkan orang lain,
Itulah yang menjadi proses perbuatan salah;
Jika orang lain salah,
Sebaiknya jangan ikut berbuat salah dengan menyalahkan,
Pahami kesalahan sebagai kesalahan,
Jangan kesalahan menjadi sebab perbuatan salah lagi"...
Dari perenungan di atas, harus dibedakan antara melihat kesalahan orang dan mencari-cari kesalahan orang. Mencari kesalahan mempunyai unsur upaya. Ada kemungkinan terjadi, meski tidak ada kesalahanpun, akan dibuat menjadi salah. Berbeda dengan melihat kesalahan orang, di sini tidak ada upaya mencari, jadi tidak ada unsur kesengajaan. Namun, karena manusia belum sempurna, bisa berbuat salah.
Ketika mencari kesalahan orang lain maka sudah memulai perbuatan salah. Akan terlihat lebih jelas lagi jika menyalahkan orang lain yang tidak bersalah. Seandainya ada orang yang salah, tidak perlu disalahkan. Yang terbaik adalah menunjukkan kesalahannya dengan cara yang baik, sehingga tidak berbuat salah dari kesalahan orang lain. Apakah mungkin semua orang mampu beternak? Jawabannya, "tidak mungkin...!"
Tetapi sangat sulit untuk mencari orang yang tidak beternak kesalahan, dengan menyalahkan orang lain. Ini diawali oleh pola pikir bahwa menyalahkan orang adalah wajar dan baik.
Coba renungkan contoh ini.
Bila ada seorang pencopet yang kedapatan tangan sedang beraksi, apa yang dilakukan warga?
Jawabannya: tanpa disuruh pun warga akan "mengeroyoknya."
Ada yang memukul, menendang, mencaci, menjelek-jelekkan, dan semua tindakan menghakimi.
Pertanyaannya, apa menyadari bahwa mengeroyok, memukul, menendang, mencaci, menjelek-jelekkan copet itu perbuatan salah???
Mereka akan menjawab, "Copetnya yang salah."
Ini pembelajaran yang sangat berharga bagi kita. Manusia itu sangat mudah melihat kesalahan orang lain, tetapi sulit melihat kesalahannya sendiri. Pepatah mengatakan, "Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak terlihat." Perumpamaan ini sungguh tepat.
Manusia memang senang melihat kesalahan orang lain. Padahal itu cara yang salah, sehingga membuat dirinya berbuat salah. Hanya mereka yang melihat kesalahan sebagai kesalahan tanpa menyalahkan orang yang berbuat salah, malah menunjukkan kesalahan demi kebaikan, dialah orang yang tidak akan berbuat salah dengan menyalahkan.
Sumber: Kisah Buddhis Grup
Buku "Cerita Tekad Orang Nekad"
"Melihat kesalahan orang lain itu tidak salah;
Tetapi menyalahkan orang lain,
Itulah yang menjadi proses perbuatan salah;
Jika orang lain salah,
Sebaiknya jangan ikut berbuat salah dengan menyalahkan,
Pahami kesalahan sebagai kesalahan,
Jangan kesalahan menjadi sebab perbuatan salah lagi"...
Dari perenungan di atas, harus dibedakan antara melihat kesalahan orang dan mencari-cari kesalahan orang. Mencari kesalahan mempunyai unsur upaya. Ada kemungkinan terjadi, meski tidak ada kesalahanpun, akan dibuat menjadi salah. Berbeda dengan melihat kesalahan orang, di sini tidak ada upaya mencari, jadi tidak ada unsur kesengajaan. Namun, karena manusia belum sempurna, bisa berbuat salah.
Ketika mencari kesalahan orang lain maka sudah memulai perbuatan salah. Akan terlihat lebih jelas lagi jika menyalahkan orang lain yang tidak bersalah. Seandainya ada orang yang salah, tidak perlu disalahkan. Yang terbaik adalah menunjukkan kesalahannya dengan cara yang baik, sehingga tidak berbuat salah dari kesalahan orang lain. Apakah mungkin semua orang mampu beternak? Jawabannya, "tidak mungkin...!"
Tetapi sangat sulit untuk mencari orang yang tidak beternak kesalahan, dengan menyalahkan orang lain. Ini diawali oleh pola pikir bahwa menyalahkan orang adalah wajar dan baik.
Coba renungkan contoh ini.
Bila ada seorang pencopet yang kedapatan tangan sedang beraksi, apa yang dilakukan warga?
Jawabannya: tanpa disuruh pun warga akan "mengeroyoknya."
Ada yang memukul, menendang, mencaci, menjelek-jelekkan, dan semua tindakan menghakimi.
Pertanyaannya, apa menyadari bahwa mengeroyok, memukul, menendang, mencaci, menjelek-jelekkan copet itu perbuatan salah???
Mereka akan menjawab, "Copetnya yang salah."
Ini pembelajaran yang sangat berharga bagi kita. Manusia itu sangat mudah melihat kesalahan orang lain, tetapi sulit melihat kesalahannya sendiri. Pepatah mengatakan, "Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak terlihat." Perumpamaan ini sungguh tepat.
Manusia memang senang melihat kesalahan orang lain. Padahal itu cara yang salah, sehingga membuat dirinya berbuat salah. Hanya mereka yang melihat kesalahan sebagai kesalahan tanpa menyalahkan orang yang berbuat salah, malah menunjukkan kesalahan demi kebaikan, dialah orang yang tidak akan berbuat salah dengan menyalahkan.
Sumber: Kisah Buddhis Grup
Sabtu, 07 Agustus 2010
CHANGE
People are always changing - how can anyone be yours to have and hold forever?
We can only love in the moment.
We can only "seize" the moment.
But do not be misled...
This moment is also not for you to have and hold forever.
It slips right through clasped hands.
If the passing is going to happen whether you like it or not, why not learn to enjoy it?
Enjoy change, learn to be one with change.
Enjoy love in the moment.
Cited from: The Daily Enlightment 1 - Reflection for Practising Buddhist
We can only love in the moment.
We can only "seize" the moment.
But do not be misled...
This moment is also not for you to have and hold forever.
It slips right through clasped hands.
If the passing is going to happen whether you like it or not, why not learn to enjoy it?
Enjoy change, learn to be one with change.
Enjoy love in the moment.
Cited from: The Daily Enlightment 1 - Reflection for Practising Buddhist
Minggu, 21 Februari 2010
Berubah
Masalah sebenarnya pada manusia saat ini adalah mereka mengetahui tetapi tetap tidak melaksanakan.
Masalahnya lain bila mereka tidak melaksanakan karena mereka tidak tahu.
Tetapi bila mereka telah mengetahui dan tetap tidak melaksanakan,
apa masalahnya?
Sumber Tidak Diketahui
Masalahnya lain bila mereka tidak melaksanakan karena mereka tidak tahu.
Tetapi bila mereka telah mengetahui dan tetap tidak melaksanakan,
apa masalahnya?
Sumber Tidak Diketahui
Jumat, 25 Desember 2009
Kesempurnaan Usaha
Semua hal yang kita inginkan tidak akan dicapai tanpa usaha yang cukup.
Namun tentu saja tidak ada yang tidak dapat dicapai oleh seseorang yang PENUH USAHA dan TIDAK MENGENAL LELAH.
Sumber Tidak Diketahui.
Namun tentu saja tidak ada yang tidak dapat dicapai oleh seseorang yang PENUH USAHA dan TIDAK MENGENAL LELAH.
Sumber Tidak Diketahui.
Penderitaan
Apa yang sebenarnya kita lihat ketika menggunakan kekuatan kebijaksanaan adalah ke manapun kita pergi di dunia, tak peduli apa yang kita lakukan, ujung-ujungnya semua yang kita peroleh adalah penderitaan.
Sumber Tidak Diketahui.
Sumber Tidak Diketahui.
Jumat, 18 Desember 2009
Maanfaatkan Waktu dengan Baik
Nilai kehidupan bukan terletak pada panjangnya hari.
Tapi terletak pada cara kita memanfaatkan hidup.
Orang mungkin hidup panjang tapi tidak melakukan kebaikan apapun kepada sesama.
Hidup semacam ini sungguh tidak bernilai.
From: Hidup Senang Mati Tenang~Ajahn Brahm
Tapi terletak pada cara kita memanfaatkan hidup.
Orang mungkin hidup panjang tapi tidak melakukan kebaikan apapun kepada sesama.
Hidup semacam ini sungguh tidak bernilai.
From: Hidup Senang Mati Tenang~Ajahn Brahm
Berbahagialah
Nikmatilah kehidupan...
Kebahagiaan ada di dalam hati.
Kebahagiaan berada dalam kesadaran.
DVD Titi Tata
Kebahagiaan ada di dalam hati.
Kebahagiaan berada dalam kesadaran.
DVD Titi Tata
Minggu, 13 Desember 2009
Jadilah Baik
'Jangan jahat, jadilah orang baik.'
Kata-kata ini memang anak kecil saja tahu.
Tetapi kakek nenek pun masih sulit melakukannya.
Cerita dari buku Iluminata.
Kata-kata ini memang anak kecil saja tahu.
Tetapi kakek nenek pun masih sulit melakukannya.
Cerita dari buku Iluminata.
Sabtu, 05 Desember 2009
Hidup Mati Sama Saja
Hidup dan mati adalah hal yang sama.
Ketika kita memahami ini,
Kita tidak lagi takut kepada kematian,
atau kesulitan dalam hidup.
Sumber Tidak Diketahui
Ketika kita memahami ini,
Kita tidak lagi takut kepada kematian,
atau kesulitan dalam hidup.
Sumber Tidak Diketahui
Jumat, 27 November 2009
Kualitas Diri
Kebaikan seseorang akan diketahui dengan hidup bersamanya, dan kemudian hanya jika kita tidak terlalu dekat dengannya untuk waktu yang lama, jika kita tidak kehilangan perhatiannya, ataupun kurang pengertian.
Kesucian seseorang akan diketahui dengan berbicara dengannya.
Ketabahan seseorang akan diketahui dengan pada masa-masa kesengsaraan.
Pengetahuan seseorang akan diketahui dengan berdiskusi dengannya.
Sumber Tidak Diketahui
Kesucian seseorang akan diketahui dengan berbicara dengannya.
Ketabahan seseorang akan diketahui dengan pada masa-masa kesengsaraan.
Pengetahuan seseorang akan diketahui dengan berdiskusi dengannya.
Sumber Tidak Diketahui
Rabu, 11 November 2009
Suasana Hati Selalu Berubah
Semua perasaan yang muncul di dalam pikiran dan semua perasaan yang melanda tubuh, semuanya ini, muncul dan berlalu. Sekalipun Anda berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan perasaan-perasaan ini, berusaha untuk hanya mendapatkan perasaan yang menyenangkan dan untuk mencampakkan yang menyakitkan, Anda tidak akan pernah tahu dari mana mereka datang atau kapan mereka akan pergi.
Suasana hati adalah "berubah-ubah".
Sumber Tidak Diketahui
Suasana hati adalah "berubah-ubah".
Sumber Tidak Diketahui
Rabu, 07 Oktober 2009
Penting dan Tak Penting
Ketika kita sakit, baru kita merasakan pentingnya kesehatan.
Ketika kita tua, kita baru merasakan menyia-nyiakan kehidupan.
Ketika orang-orang yang kita sayangi pergi, baru kita ingin membahagiakan mereka.
"Manusia seringkali baru menyadari sesuatu itu berharga ketika ia telah kehilangan sesuatu itu."
Sumber Tidak Diketahui
Ketika kita tua, kita baru merasakan menyia-nyiakan kehidupan.
Ketika orang-orang yang kita sayangi pergi, baru kita ingin membahagiakan mereka.
"Manusia seringkali baru menyadari sesuatu itu berharga ketika ia telah kehilangan sesuatu itu."
Sumber Tidak Diketahui
Kamis, 24 September 2009
Hidup Selalu Berubah
Bukankah hidup akan menyenangkan jika kita tidak pernah kehilangan apapun? Selamat bermimpi!
Kita hidup dalam dunia yang selalu berubah, di mana hal buruk terjadi, berubah atau berganti.
Apa yang di dunia ini adalah Perubahan.
Baik dan buruk selalu berganti.
Sumber Tidak Diketahui
Kita hidup dalam dunia yang selalu berubah, di mana hal buruk terjadi, berubah atau berganti.
Apa yang di dunia ini adalah Perubahan.
Baik dan buruk selalu berganti.
Sumber Tidak Diketahui
Jumat, 11 September 2009
Sadari Napas
Ada orang yang lahir dan mati tanpa pernah sekalipun menyadari napas masuk dan keluar dari tubuhnya.
Itu menunjukkan betapa jauhnya mereka hidup dari dirinya sendiri.
Sumber Tidak Diketahui
Itu menunjukkan betapa jauhnya mereka hidup dari dirinya sendiri.
Sumber Tidak Diketahui
Tidak Ada yang Kekal
Bila kamu tahu bahwa semuanya itu tidak kekal, maka cara berpikirmu akan berangsur-angsur berubah, tidak menjadi berbelit-belit. Dan kamu tidak perlu berpikir terlalu banyak. Bilamana sesuatu hal terjadi, yang perlu kamu katakan adalah, "Oh, yang lainnya!"
Hanya itu.
Sumber Tidak Diketahui
Hanya itu.
Sumber Tidak Diketahui
Kecemasan
Kecemasan akan keadaan yang akan datang tidak ada manfaatnya.
Apa yang terjadi selalu berbeda dengan apa yang dipikirkan ataupun yang dicemaskan.
Sumber Tidak Diketahui
Apa yang terjadi selalu berbeda dengan apa yang dipikirkan ataupun yang dicemaskan.
Sumber Tidak Diketahui
Langganan:
Postingan (Atom)