Tampilkan postingan dengan label Master Cheng Yen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Master Cheng Yen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Desember 2012

Menjadikan Tubuh Kita Bermanfaat


Kita Datang ke Dunia dengan Kepolosan



Kita datang ke dunia dengan kepolosan. Setelah puluhan tahun bekerja keras, kita tidak dapat membawa apa pun bersama kita. Kehidupan itu sederhana saja; kita datang dan pergi dengan tangan kosong.

Keluyuran setiap hari akan mengubah kita menjadi penikmat kehidupan. Hanya dengan giat bekerja, kita akan dapat menjadi pencipta kehidupan. Kita menyia-nyiakan kehidupan kita apabila kita hidup dengan bermalas-malasan. Kita dapat membuat kehidupan jauh lebih nyaman dengan menjadi baik dan gemar menolong sesama.

Selagi Anda mampu, jadikanlah tubuh Anda bermanfaat untuk membantu sesama, menyebarkan ajaran Buddha, dan membimbing orang lain menuju kebajikan.



Sumber: Sanubari Teduh Jilid Dua (Still Thoughts, Volume Two)
By: Master Cheng Yen

Sabtu, 17 November 2012

Personifikasi Welas Asih dan Kebijaksanaan


Hati Bodhisattva



Sosok Bodhisattva adalah orang yang penuh welas asih, ia terus-menerus memedulikan kesejahteraan semua makhluk. Ke manapun ia pergi, ia tidak pernah merasa takut. Jika kita dapat memperlakukan pihak lain dengan cinta kasih dan welas asih, kita tidak akan pernah menyinggung pihak lain dan akan selalu rukun dengan mereka.

Welas asih seorang Bodhisattva tak terbatas, cukup luas untuk memenuhi segenap semesta. Ia menebar cinta kasihnya kepada semua makhluk, tak mengharapkannya kembali. Oleh karena itu, ia selalu puas dengan apa yang ia miliki, tidak seperti orang kebanyakan, ia hanya mendambakan kebijaksanaan.

Kita masing-masing memiliki sifat keBuddhaan. Jika kita dapat menggerakkan hati nurani dan mendahulukan kebutuhan orang lain, kita semua dapat menyelamatkan dan memberikan manfaat kepada orang lain. Hati yang menyelamatkan ini merupakan hati sesosok Bodhisattva.

Nilai kehidupan terletak pada apa yang Anda lakukan, bukan pada seperti apa Anda terlihat. Citra yang Anda proyeksikan tidak ada nilainya sama sekali.



Sumber: Sanubari Teduh Jilid Dua (Still Thoughts Volume Two)
By: Master Cheng Yen

Jumat, 16 November 2012

Cinta Dapat Membahayakan


Cinta dan Romantika



Jikalau seseorang dikuasai cinta diri yang berlebihan, ia akan sulit menghindari konflik dengan orang lain. Ia berpikir bahwa orang lain main-main dengan dirinya dan ia khawatir tentang apa yang mungkin diperbuat orang lain kepada dirinya. Oleh karena menjadi begitu curiga dan merasa tidak aman, ia merasakan bahwa hidupnya hanya merupakan derita.

Jika Anda ingin menuntun dan menginspirasi orang lain, Anda harus terlebih dahulu menerangi hati Anda. Seorang pemimpin sejati haruslah tulus dan bekerja keras, tidak hanya punya kemampuan, Anda harus menerima orang lain dengan hati yang terbuka dan memberikan cinta kasih Anda kepada segenap makhluk hidup.

Sungai cinta dapat menjadi sama berbahayanya dengan gelombang dahsyat; sebuah samudra nafsu dapat menjadi seganas angin ribut. Sungguh menyakitkan jika Anda gagal memikat orang yang Anda cintai, tetapi lebih menyakitkan adalah jika Anda tunduk dengan mudahnya pada hawa nafsu lainnya setelah memenangkan hati orang yang Anda cintai.

Sungguh beruntung menjadi orang yang mencintai dan dicintai oleh orang lain. Namun, cinta kita kepada orang lain haruslah murni dan tak ternoda. Seseorang yang memberikan cinta tidak boleh mengharapkan apa pun sebagai imbalan, dan si penerima cinta tidak boleh menjadi serakah. Dengan cara ini, si pemberi maupun si penerima dapat tinggal dengan bahagia dan bebas.



Sumber: Sanubari Teduh Jilid Dua (Still Thoughts Volume Two)
By: Master Cheng Yen

Kamis, 15 November 2012

Semangat Religi

Mata Air Jernih di Padang Pasir

Seluruh persoalan manusia bersifat timbal-balik.
Kehidupan kita akan menjadi penuh dengan kebenaran, kebajikan, dan keindahan jikalau kita memperlakukan orang lain dengan tulus dan menyikapi segala sesuatu dengan pikiran terbuka.

Sebagai seorang umat Buddha, Anda harus memiliki keuletan seorang pelari maraton. Anda hanya dapat mencapai garis finish, keBuddha-an, jika Anda punya kemauan untuk berlari.



Sumber: Sanubari Teduh Jilid Dua (Still Thoughts Volume Two)
By: Master Cheng Yen

Selasa, 13 November 2012

Awal Sukses: Komitmen


Keuletan


 
Komitmen adalah titik awal sukses. Kehidupan manusia membutuhkan komitmen dan pengharapan untuk mencapai sukses apapun. Semua Buddha mencapai tujuan menjadi Buddha dengan pertama-tama berkomitmen dan kemudian mempraktekkan komitmen mereka. Tanpa komitmen tidak aka nada pengharapan, dan tanpa pengharapan kita tidak dapat menuntaskan apapun.

Ajaran Buddha menaruh penekanan yang setara pada komitmen dan tindakan. Jika kita duduk dan banyak bicara, tetapi tidak pernah mewujudkan komitmen kita menjadi tindakan, kita tidak akan pernah memenuhi komitmen itu.

Sumber: Sanubari Teduh Jilid Dua (Still Thoughts Volume Two)
By: Master Cheng Yen

Minggu, 11 November 2012

Tujuan Hidup

Biarlah Hidup Bagai Hari Nan Cerah

Dalam hidup ini, kita akan selalu menghadapi berbagai situasi yang tidak nyaman, saat-saat berkabut atau cuaca dingin yang tidak nyaman. Jika kita tetap berpegang teguh pada tujuan kita, itu akan menjadi seperti sinar mentari hangat di musim dingin.

Demi hidup seutuhnya, Anda harus terus-menerus memanfaatkan kemampuan, bakat, dan kecerdasan Anda untuk sesama. Kehidupan Anda harus menjadi seperti hari yang cerah, yang senantiasa memancarkan gairah hidup. Jangan biarkan hati nurani Anda menjadi dingin.


Sumber: Sanubari Teduh Jilid Dua (Still Thoughts Volume Two)
By: Master Cheng Yen

Kamis, 01 Maret 2012

Waktu adalah Berlian

Lamanya hidup seseorang diukur oleh hal bermanfaat yang telah dilakukannya.

Waktu adalah berlian bagi orang bijaksana, namun kotoran bagi orang bodoh.

Seseorang harus mengumpulkan kebijaksanaannya untuk menemukan makna hidup yang sejati, dan menggunakan tekadnya untuk menjadi pemilik dari waktunya yang terbatas di dunia.

Hidup dapat dimulai dari awal setiap saat, setiap hari.


~ Master Cheng Yen

Selasa, 27 Desember 2011

Berdana Bukan Hanya Memberi Barang

“Berdana” bukan hanya memberikan barang, tetapi juga melakukan perbuatan-perbuatan baik sebagai relawan. Buddha berkata, “Sulit bagi orang miskin untuk berdana. ”Yang dimaksudkan adalah orang awam. Tetapi, orang yang mempelajari ajaran Buddha bisa memahami segalanya di dunia ini, sehingga mereka hidup tidak hanya demi memenuhi keinginan-keinginan mereka tetapi juga menggunakan kemampuan mereka untuk melakukan kebajikan.


Buddha berkata, “Pikiran menciptakan segalanya.” Para Buddha di masa lampau, sekarang, dan yang akan dating mencapai kebuddhaan melalui pikiran mereka. Jika kita membentuk pikiran kita untuk melakukan sesuatu, maka yang tampaknya sulit akan menjadi mudah.

Ada pepatah yang mengatakan, “Tidak ada yang sulit sepanjang Anda mau bekerja keras.” Selama masa Buddha, seorang nenek tua miskin menukar rambutnya yang panjang untuk sebuah lampu minyak agar ia dapat mempersembahkan pelita kepada Buddha. Itulah cara ia member. Wanita miskin lainnya, yang hanya memiliki pakaian compang-camping, mempersembahkan kain yang dirobek dari leher bajunya kepada Buddha. Bagi mereka yang memiliki banyak keinginan, berdana adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Tetapi bagi mereka yang memiliki tekad, tiada rintangan yang tidak dapat diatasi.


Sumber: 20 Kesulitan dalam Kehidupan, Oleh: Master Cheng Yen