Senin, 05 Juli 2010

Kebahagiaan dan Penderitaan adalah Hal yang Kontras

Jika kita sekarang menderita, ini karena kebahagiaan yang kita miliki sebelumnya dan sekarang hilang. Kebahagiaan tak lain adalah akhir dari penderitaan, seperti halnya penderitaan tak lain adalah akhir dari kebahagiaan. Kita terus berputar di dalam lingkaran ini sepanjang hidup kita.

~Ajahn Brahm

Selasa, 22 Juni 2010

Jadilah Bijak

Hidup selalu berubah. Dengan objek-objek materi, ada pembentukan, keberadaan, pelapukan, dan perusakan. Dengan pikiran, ada pemunculan, menjadi, pembedaan, dan pelenyapan. Dengan makhluk hidup, ada kelahiran, penuaan, sakit dan kematian. Jika kita dapat sepenuhnya memahami prinsip-prinsip ini, kita tidak akan perlu bertikai dengan pihak lain. Apabila kita berhenti berdebat siapa benar dan siapa salah, dengan sendirinya kita dapat berkonsentrasi pada Jalan. Maka, pikiran kita tidak dapat dikelabui oleh orang-orang atau peristiwa-peristiwa dalam kehidupan ini.

Master Cheng Yen

Rabu, 16 Juni 2010

Hiduplah Saat Ini

Untuk maju, seseorang harus tidak menengok ke belakang.

Seseorang tidak akan pergi ke mana-mana jika kaki kanannya melangkah maju, namun kaki kirinya menempel di tempat yang sama.

Seseorang juga tidak bisa maju ke masa depan jika hanya separuh dirinya memulai kehidupan baru sementara separuh yang lain terus tinggal dalam satu kehidupan yang sudah lama berlalu.

Seseorang seharusnya tidak hidup pada hari kemarin, tidak juga pada hari esok. Satu-satunya kenyataan adalah hari ini dan momen saat ini. Berikan perhatian penuh Anda kepadanya, dan masa lalu akan lenyap, serta masa depan akan tiba pada saatnya untuk menjadi masa kini.

Master Cheng Yen

Minggu, 06 Juni 2010

Damai dalam Hati

Saat memahami bagaimana menemukan kedamaian di taman, kita akan tahu bagaimana menemukannya kapan saja, di mana saja. Khususnya, kita akan tahu bagaimana menemukan kedamaian di dalam taman hati kita, sekalipun pada saat kita berpikir bahwa ada begitu banyak ketidakberesan, begitu banyak yang harus diselesaikan.

Ajahn Brahm

Jumat, 28 Mei 2010

Hari Waisak

Hari suci Waisak adalah hari suci umat Buddha yang utama dan telah ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak tahun 1983 sesuai dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 3 tahun 1983 tanggal 19 Januari 1983.

Hari suci Waisak adalah hari untuk memperingati tiga peristiwa penting yang terjadi dalam kehidupan Guru Agung kita Sang Buddha Gotama. Tiga peristiwa tersebut jatuh pada purnamasidhi di bulan Waisak (biasanya jatuh pada bulan Mei pada kalender Masehi).

Tiga peristiwa tersebut adalah:
  1. Peristiwa lahirnya Bodhisattva Siddhartha di Taman Lumbini pada tahun 623 SM.
  2. Peristiwa Bodhisattva Siddhartha mencapai Penerangan Sempurna (menjadi Sammasambuddha) di bawah pohon Bodhi di hutan Gaya pada tahun 588 SM.
  3. Peristiwa wafatnya Sang Buddha Gotama (mencapai parinibbana) di Kusinara pada tahun 543 SM.

Karena memperingati tiga peristiwa penting itu, maka sering kita sebut dengan sebutan Hari Tri Suci Waisak. Kita juga sering memberikan sebutan lain yaitu sebagai Hari Buddha, yang sebagai Ratana pertama dalam Tiratana.

Hari Trisuci Waisak atau kalender Buddhis (Buddhist Era) dimulai dari satu tahun setelahSang Buddha Gotama Maha-parinibbana.



Ditulis oleh: Bhikkhu Sumananyano.
Sumber: Diktat Kuliah Agama Buddha, Universitas Sriwijaya, Penerbit Vihara Dharmakirti.